Gagal Naik Kelas
Posted on Juni 18, 2010 by sma1cipari
Saat mendebarkan. Kenaikan kelas merupakan saat yang mendebarkan bagi sebagian besar siswa. Sebab kenaikan kelas memiliki pengaruh yang signifikan bagi kegiatan siswa setelah kenaikan kelas. Hal ini sedikit berbeda bagi siswa yang memiliki prestasi akademik cukup lumayan, sebab mereka merasa optimis pasti akan naik kelas.
Mengapa mesti berdebar-debar? Sebenarnya kebanyakan siswa sudah dapat menduga hasil kenaikan kelas tersebut. Mengapa demikian ? Sebab hasil kenaikan kelas merupakan cermin kegiatan belajar yang telah mereka lalui selama satu tahun. Jika nilai ulangan harian mereka sebagian besar berada dibawah batas tuntas, hal ini menjadi indikasi bahwa kemungkinan besar mereka tidak akan naik kelas. Jadi tidak semestinya para siswa membesar-besarkan masalah yang sebenarnya tidak besar.
Gue nggak naik kelas, gimana dong ? Tidak naik kelas memang membuat kita malu, membuat kita stres, bete, salah tingkah dan sebagainya. Tapi nasi sudah menjadi bubur. Tak ada yang perlu kita sesali. Yang perlu adalah kita menyadari dan mengambil pelajaran atas kejadian tersebut. Kita harus mantap dan kesatria mengakui “Yah, semua itu terjadi karena kesalahan saya !”. Bukan salahmu wahai teman-teman yang tidak mau memberikan contekan kepadaku. Bukan salahmu wahai guru-guruku yang tidak memberikan nilai bagus bagiku. Bukan salahmu wahai ibu bapakku yang tidak memperhatikan aku. Semuanya salahku, telah kusia-siakan waktuku untuk hal yang tidak berguna bagiku. Yah, maafkanlah aku. Jangan kau kucilkan aku. jangan kau cemo’oh aku. Jangan kau marahi aku. berilah aku kesempatan untuk meraih sukses di tahun depan, kesuksesan bukanlah hanya hari ini.
Bokap nyokap gue marah! Kemarahan orang tua kita adalah wajar. Mereka telah bekerja keras mencari rezki untuk membiayai kita, dan semua itu telah kita sia-siakan. Bahkan mungkin mereka merasa , kita telah mempermalukan keluarga kita. Bila mereka marah, jangan sekali-kali kau bantah ucapan mereka. Jangan sekali-kali kau sangkal perkataan mereka. Duduklah dengan diam dan tundukkan kepalamu. Janganlah kau menggerutu atas kemarahan mereka. Biarkan mereka melampiaskan luapan emosinya. Bila emosi mereka telah reda, mintalah maaf kepada keduanya, dan berjanjilah kepada keduanya untuk meraih sukses di masa yang akan datang.
Kegagalan adalah bagian dari pelajaran. Kegagalan dapat menimpa siapa saja. Tidak sedikit orang yang memiliki kecerdasan tinggi mengalami kegagalan. Tidak sedikit orang yang bergelimang fasilitas mengalami kegagalan. Kita harus memandang kegagalan merupakan bagian dari pelajaran hidup yang harus kita lalui. Kita tidak boleh gagal dalam pelajaran kegagalan. Jika kita gagal dalam pelajaran kegagalan, maka kegagalan akan siap menjemput kita. Jangan biarkan kegagalan menimbulkan tress dan tekanan batin yang justru akan menghancurkan kesempatan kita untuk sukses di masa yang akan datang. Selamat berjuang wahai orang-orang gagal. Kesuksesan menunggumu untuk kau raih dan kau manfaatkan. Semoga sukses menyertaimu. (by. darto, S.Pd.)
DIarsipkan di bawah: Uncategorized | Ditandai: stress, tidak naik kelas | Tinggalkan sebuah komentar »
SMA-ku DALAM OSN
Posted on April 29, 2010 by sma1cipari
Olimpiade sain nasional atau OSN merupakan ajang pamer kekuatan bagi sekolah-sekolah. Semua sekolah berusaha menampilkan siswa terbaiknya untuk tampil dalam unjuk kekuatan tersebut. Walaupun OSN menjadi ajang bergengsi untuk unjuk prestasi, namun demikian tidaklah tepat apabila OSN dijadikan indikator prestasi sebuah sekolah. Mengapa demikian? Sebab peserta OSN tidak lebih dari 10% jumlah siswa sekolah bersangkutan.
OSN ibaratnya menjadi menara kebanggaan sebuah sekolah. Prestise sekolah akan terdongkrak cukup fantastis apabila sekolah tersebut berhasil menyabet juara dalam OSN. Seperti sebuah menara, yang dapat dilihat dari kejauhan, demikianlah prestasi dalam OSN akan menggaungkan nama sekolah di seantero kabupaten, propinsi, bahkan secara nasional. Berdasarkan pengamatan penulis, hasil ujian nasional (UN) sebenarnya lebih tepat dijadikan indikator utama kejawaraan sebuah sekolah. Alasan pertama. Seluruh siswa kelas XII sekolah bersangkutan mengikuti UN. Alasan kedua. Siswa kelas XII telah menyerap seluruh pembelajaran di sekolah bersangkutan, yang berarti mewakili seluruh proses pembelajaran. Alasan ketiga. Soal-soal UN adalah soal-soal standar yang terdapat dalam kurikulum pembelajaran. Oleh karena itu bagi pembaca yang menolak UN mohon untuk berfikir ulang dalam mensikapi UN.
SMA N 1 Cipari telah lebih dari satu semester dalam mempersiaplan siswanya untuk berlaga dalam OSN. Sebagai sekolah pinggiran, memang tidak dapat berharap banyak dalam laga tersebut. Alasan pertama, dikarenakan raw input yang rendah. Alasan kedua, dikarenakan sarana yang kurang memadai. Alasan ketiga, dikarenakan dukungan orang tua yang kurang. Alasan keempat, dikarenakan kemampuan guru yang kurang dalam menganalisis soal-soal OSN. Apapun alasannya SMA N 1 Cipari telah berusaha menampilkan kemampuan terbaiknya untuk menjajal laga OSN tingkat kabupaten dengan hasil sebagai berikut :
Siswa Mapel Peringkat
1. Nurlita Dewi R Matematika 8
2. Parsiti Asih Matematika 9
3. Pradita Ajeng Matematika 54
4. Tommy Peggi Fisika 27
5. Ulfatun Khasanah Fisika 43
6. Prayugo Jati Kimia 29
7. Robittatuttaqiyah Kimia 69
8. Jihan Ahmad A. Biologi 9
6. Hanna Novi S. Biologi 11
7. Leni Mardiana Ekonomi 3
8. Devi Riyawati Ekonomi 12
9. Alfi Novitasari Komputer 4
10. Gama Maulana Komputer 39
11. Roro Wilis Astronomi 26
12. Karen Elly K. Astronomi 42
13. Eka Rohayati Kebumian 35
14. Indi Rosdatul Kebumian 59
DIarsipkan di bawah: Uncategorized | Ditandai: olimpiade sain nasional, OSN, OSN cilacacap | Tinggalkan sebuah komentar »
PENGGUSURAN DAN KEPEMILIKAN PUBLIK
Posted on April 16, 2010 by sma1cipari
Satpol PP bentrok fisik dengan massa di Tanjung Priok, Jakarta. Demikian diberitakan Suara Merdeka 15 April 2010 lalu. Bentrokan tersebut dan berita-berita sejenis benar-benar mengganggu perasaan penulis sebagai anggota masyarakat. Sebuah bentrokan yang tidak semestinya terjadi. Bentrokan yang hanya memperebutkan sebidang tanah aset publik, yang memiliki nilai tak terhingga secara psikis bagi masyarakat setempat. Hingga keselamatan jiwapun dipertaruhkan demi mempertahankannya.
Ironis memang. Satpol PP sebagai aparat negara harus melakukan kekerasan pada warga negara. Penulis yakin bahwa bentrokan tersebut bertentangan dengan hati nurani anggota Satpol PP. Namun Satpol PP hanyalah alat. Ya, hanya seperangkat alat yang dimiliki penguasa sebagian wilayah negeri ini. Satpol PP hanyalah wayang yang digerakkan oleh dalang yaitu para penguasa. Para penguasa/pejabat mestinya sadar filosofi pembentukan negara. Bahwa sebuah negara dibentuk oleh publik untuk melindungi warga negaranya. Jadi negara adalah alat masyarakat untuk melindungi dirinya. Jadi apapun alasannya, penganiayaan oleh aparat negara kepada warganya adalah salah secara filosofis.
Penggusuran pedagang pasar, pedagang kakilima dan gubuk-gubuk liar sangat sering kita saksikan dilayar kaca rumah kita. Para tergusur tersebut adalah warga negara yang selama ini tidak menggantungkan hidupnya pada negara. Mereka bukan pencuri harta negara dan bukan pula parasit buat negara. Kemandirian mereka dalam hidup walaupun apa adanya dan semrawut perlu mendapat penghargaan dari pemerintah. Sejatinya negara ini adalah milik seluruh elemen bangsa. Adalah salah bila para pejabat negara mengatur negara ini dengan mengorbankan warga negaranya.
DIarsipkan di bawah: Uncategorized | Ditandai: bentrokan aparat, penggusuran, satpol pp | Tinggalkan sebuah komentar »
MUNGKINKAH KORUPSI DIHAPUS?
Posted on April 1, 2010 by sma1cipari
fenomena suap dan korupsi terus menggurita di Tanah Air. Kita perlu khawatir dan waspada agar fenomena tersebut tidak membudaya. Bila fenomena korupsi dan suap sudah membudaya, kita harus bersiap-siap bahwa uang akan lebih berkuasa dari pejabat. Undang-undang tidak lagi berlaku. Razia oleh penegak hukum hanyalah sandiwara. Pengadilan hanyalah sandiwara. Dan penjarapun hanya sebuah sandiwara.
Bagaimana tidak? Saat penegak hukum melakukan operasi memeriksa kelengkapan kendaraan bermotor dan dibalik surat kelengkapan diselipkan lembaran uang, maka pemeriksaaan tinggallah basa-basi. Dan kendaraanpun segera dipersilahkan melanjutkan perjalanan. Saat jaksa membacakan tuntutan hukum dalam sidang di pengadilan, hanyalah sebuah sandiwara. Sebab sebelumnya telah ada negosiasi dengan terdakwa. Saat seorang hakim membacakan putusan pengadilan, hanyalah basa-basi. Sebab terpidana sudah dapat memperkirakan keputusan hakim dikarenakan telah ada tawar menawar sebelumnya. Bahkan penjarapun juga sekedar basa-basi. Seseorang yang berada di rumah dapat merasa kegerahan karena panasnya udara, tapi seorang hukuman tetap dapat merasakan sejuknya udara yang keluar dari sebuah mesin pendingin ruangan.
Lantas, bagaimana kita menghilangkan fenomena suap dan korupsi? Suap dan korupsi sebenarnya berawal dari pengangkatan seorang pejabat. Seharusnya seleksi terhadap seseorang untuk menduduki suatu jabatan tidak boleh terbuka. Saat tim seleksi menyeleksi kandidat pejabat, maka orang yang diseleksi tidak boleh tahu bahwa dirinya sedang diseleksi. Bahkan bila perlu identitas anggota tim seleksipun dirahasiakan. Dengan demikian tim seleksi dapat bekerja secara bebas dan obyektif. Demikian pula kandidat yang diseleksi. Karena tidak tahu bahwa dirinya diseleksi, maka dia tidak mempersiapkan jurus suap. Apa lagi kandidat tersebut tidak tahu kepada siapa harus memberikan suap. Bahkan dalam dalam salah satu agama terdapat ketentuan bahwa seorang yang mengajukan diri untuk diangkat sebagai pejabat justru tidak boleh diangkat menjadi pejabat walaupun dia pandai dan cakap dalam bekerja. Dengan demikian pejabat yang diangkat tidak terinfeksi virus suap yang membahayakan.
Pejabat yang diangkat dan tidak terkontaminasi virus suap, dia akan bekerja dengan idealisme yang tinggi. Sehingga segala keputusannya didasarkan pada idealisme yang bersih. Tak tercemar dengan keinginan untuk mengembalikan uang suap dengan cara korupsi, menerima suap ataupun melakukan pungutan liar (pungli). Pejabat yang bersih tersebut suatu saat akan melaksanakan penerimaan pegawai dan melaksanakannya dengan bersih pula. Pegawai yang diterima secara bersih akan memiliki jiwa yang bersih pula. Hal ini berdapak pada bersihnya sang pegawai dalam menjalankan tugasnya.
Meskipun proses pengangkatan pejabat dan penerimaan pegawai dilakukan secara bersih, hal ini tidak berarti undang-undang yang mengatur masalah suap, korupsi dan nepostisme tidak dibutuhkan. Dari sekian banyak populasi pejabat atau pegawai secara statistik biasanya ada sekitar 25% yang melakukan penyimpangan negatif. Di sinilah undang-undang anti-suap, anti-korupsi dan anti-nepotisme berperan.
Namun demikian perlu kita sadari bahwa pengawasan hukum tetap mempunyai celah untuk dihindari. Celah tersebut biasanya dihindari melalui mark-up berupa pembuatan kuitansi palsu, SPJ palsu, pembuatan laporan palsu, pemerataan hasil korupsi/suap dan sebagainya.
Oleh karena itu diperlukan pengawasan lain yang sifatnya kontinyu di sembarang tempat dan waktu. Pengawasan tersebut hanya dapat dilakukan melalui pembinaan keyakinan atau agama. Dengan demikian pembinaan agama tetap menduduki posisi penting dalam pembinaan pejabat/pegawai. (by. darto, S.Pd.)
DIarsipkan di bawah: Uncategorized | Ditandai: fenomena suap dan korupsi, memberantas suap dan korupsi, mencegah pembentukan budaya suap dan korupsi | Tinggalkan sebuah komentar »
MELAKSANAKAN UN DI AKHIR SEMESTER
Posted on Maret 31, 2010 by sma1cipari
Dalam rangka meningkatkan otonomi yang lebih luas kepada daerah, pemerintah dalam hal ini Depdiknas telah merintis otonomi pendidikan. Rintisan otonomi pendidikan tersebut tertuang dalam kebijakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).
Dalam KTSP pemerintah selaku penanggungjawab pendidikan menetapkan standar kompetensi lulusan SKL. dan standar Isi (SI). SKL tersebut meliputi SKL Satuan Pendidikan, SKL Kelompok Mata Pelajaran, dan SKL Mata Pelajaran (SKL Mapel). SKL Mapel selanjutnya dijabarkan dalam Standar Kompetensi Mata Pelajaran (SK Mapel). SK Mapel selanjutnya dijabarkan menjadi Kompetensi Dasar (KD) mapel. Sampai di sini campur tangan pemerintah berhenti. Karena SKL hingga KD ditetapkan pemerintah, maka sudah selayaknya jika pemerintah menguji tingkat ketercapaiannya melalui Ujian Nasional (UN) pada mapel yang dianggap krusial. Untuk mapel yang dianggap tidak krusial pemerintah menyerahkan pengujiannya kepada satuan pendidikan/sekolah.
Bila SI, SK dan KD sudah ditetapkan pemerintah, lantas apa peran satuan pendidikan/satdik dan guru dalam KTSP. Guru berperan menentukan materi palajaran, alokasi waktu, indikator ketercapaian kompetensi dasar, sumber belajar, proses pembelajaran dan melaksanakan tes formatif, sub-sumatif, maupun sumatif.
Tes yang dilakukan oleh guru bukanlah tes akhir (finnaling test), melainkan sekedar tes persiapan (preparing test). Setelah preparing test guru akan mengetahui tingkat kesiapan siswanya untuk menghadapi Finnaling test oleh pemerintah melalui Ujian Nasional (UN).
Namun demikian perlu kita sadari bahwa jarak antara preparing test dan finnaling test sangatlah panjang. Jarak tersebut dapat mecapai rentang waktu 3 tahun untuk materi kelas 10 di tingkat SLTA. Dalam rentang waktu tersebut hampir dapat dipastikan siswa lupa, akibatnya seolah-olah ada kesenjangan yang sangat jauh antara hasil preparing test dengan finnaling test. Kesenjangan ini memunculkan image yang salah tentang guru. Selanjutnya guru yang mengajar dianggap tidak profesional dan tidak kompeten. Dan yang lebih parah ada penilaian bahwa sertifikasi guru telah gagal memberikan sumbangan dalam mengangkat martabat pendidikan di tanah air.
Kesenjangan yang cukup besar itulah yang kemudian memunculkan tindakan-tindakan negatif terkait pelaksanaan UN yang didorong oleh pragmatisme peserta dan pelaksana UN/sekolah. Untuk memperkecil kesenjangan yang terjadi sebaiknya finnaling test/UN dilaksanakan secara berkesinambungan setiap akhir semester. Mengingat ujian akhir semester telah mendapatkan alokasi dana dari sekolah, dengan demikian UN yang dilaksanakan setiap akhir semester tidak ada masalah ditinjau dari sisi pendanaan.
Jika UN dilaksanakan pada akhir semester, terdapat peningkatan lembar jawab yang harus dikoreksi sebanyak tiga kali lipat dari jumlah lembar jawab yang biasa dikoreksi panitia UN tingkat propinsi. Di sini terdapat permasalahan ketersediaan waktu untuk mengoreksi dan masalah pengiriman lembar jawab. Kendala ini dapat diatasi jika masalah koreksi diserahkan kepada panitia UN tingkat kabupaten, apalagi sumber daya manusia (SDM) sebagai operator mesin koreksi sudah tidak menjadi kendala bagi hampir semua kabupaten.
Berdasarkan uraian di atas kita menemukan bahwa pelaksanaan UN sebaiknya diubah dari akhir jenjang pendidikan menjadi akhir semester. Hal ini perlu dilakukan untuk mengeliminir dampak dan pandangan negatif tentang UN. (by. Darto, S.Pd.)
DIarsipkan di bawah: Uncategorized | Ditandai: koreksi pelaksanaan un, menimbang pelaksanaan un, un di akhir semester | Tinggalkan sebuah komentar »
UN DAN MENTALITAS BANGSA
Posted on Maret 29, 2010 by sma1cipari
Mentalitas Bangsa Indonesia diakui atau tidak telah mangalami degradasi yang luar biasa. Dulu kita dapat membayangkan negara kita bak negeri Amarta yang dihuni para kesatria. Kesatria yang berdedikasi dalam membela kebenaran, kesatria yang berdedikasi membela rakyatnya/kawula, kesatria yang pantang mengumpul-ngumpulkan harta demi meraih kenikmatan dunia. Para kesatria tersebut bahkan rela bertapa menjauhi dunia untuk mendapatkan pusaka atau ilmu yang diharapkan mampu melindungi dan memakmurkan rakyatnya.
Kini bayang-bayang tersebut kian pudar dan timbul bayang-bayang baru yang kian kentara. Tersodor potret-potret kondisi negara kita dalam koran yang tampaknya lebih mirip negeri Astina yang dipimpin para kurawa. Sebuah negeri yang diatur seadanya, sebuah negeri yang diatur dengan otot, sebuah negeri yang diatur dengan suap menyuap dan sebagainya. Hampir dapat dipastikan sapa prakosa bakal mulya (siapa kuat bakal mulia).
Dapatkah pergeseran itu kita hambat atau mungkin kita balikkan ? Secara teoritik segala hal serba mungkin, termasuk membalikkan arah pergeseran tersebut. Hanya yang menjadi tanda tanya “siapakah yang bersedia bersusah payah membalikkan arah pergeseran tersebut ? PBB/orang asingkah? Pemerintahkah ? DPR-kah ? Atau kita semua ?”
Hampir dapat saya pastikan sebagian besar pembaca akan menjawab “Ya, kita semua kecuali PBB/orang asing!” Jika prediksi saya tidak meleset, betapa bangganya saya. Ternyata masih banyak orang yang merasa berkepentingan untuk membalikkan arah pergeseran tersebut.
Bagi pemerintah selaku penanggungjawab pendidikan, Ujian Nasional (UN) merupakan sarana untuk menakar kesungguhan dan bekal ilmu penerus bangsa yang akan mengemban tongkat estafeta kehidupan bangsa di masa yang akan datang. Hal ini hampir mirip bagaimana para dewa menakar kesungguhan para kesatria sebelum menurunkan wahyu makutha rama. Sebuah wahyu yang diidam-idamkan banyak orang. Wahyu itu sangat menggiurkan, sebab dengan wahyu tersebut seseorang akan dapat mengatur sebuah negara dengan apik, harmonis dan menenteramkan.
UN sebagai wahana standarisasi pemegang tongkat estafeta bangsa di masa yang akan datang harus kita dukung. Dengan UN kita dapat menakar penguasaan keilmuan anak-anak bangsa. Dengan UN kita dapat menakar kajujuran anak-anak bangsa. Dengan UN kita dapat menakar kekuatan batin anak-anak bangsa menghadapi badai stress dan pragmatisme. Dengan UN kita dapat menakar kemampuan anak-anak bangsa memahami sebuah realita.
Pada akhirnya penulis yakin, bahwa UN merupakan salah satu langkah membalikkan pergeseran negatif bangsa kita. Dengan UN kita telah mengarahkan anak-anak bangsa untuk merebut kepemimpinan di negeri sendiri, di tingkat regional, maupun di tingkat internasional. Ingatkah kita kiprah Ir. Soekarno dengan Ganefo? Ingatkah kita kiprah Soeharto dengan Gerakan Non Blok dan Asean. Semoga memori indah terbut dapat kita raih kembali. (by. Darto, S.Pd.)
DIarsipkan di bawah: Uncategorized | Ditandai: membangun bangsa dengan UN, memperbaiki mentalitas bangsa, UN dan mentalitas bangsa | Tinggalkan sebuah komentar »
Rabu, 11 Agustus 2010
Selasa, 29 Juni 2010
Rabu, 26 Mei 2010
Minggu, 09 Mei 2010
काउ याग semu
Kau Yang Semu
Senja karAm aDalah rAngkulan maLam
Adalah Semu di hAti
SepErti disi suLit mEngungkap sepi
Setiap lamunan hanYa mampu mEmbuat kuterkurung dalam dekap tak menentu
Adakah semu di hatimu?
Hanya satu nama yang selalu terulang dan terus terulang
Yaitu nama mu
Syair yang terbuang bak bersambung
Adakah semu di lagu mu?
Nyayian sumbang yang kehilangan nada
Seperti laguku meniru kicau mu
Mengantar senandung menyambut mendung
Biar sendiri sepiku masih bernyanyi
Adakah semu di rindu mu?
Seperti disini dalam nafas sesak yang kian menyentak
Disudut kamar diam sperti merindukan ‘mu’
Senja karAm aDalah rAngkulan maLam
Adalah Semu di hAti
SepErti disi suLit mEngungkap sepi
Setiap lamunan hanYa mampu mEmbuat kuterkurung dalam dekap tak menentu
Adakah semu di hatimu?
Hanya satu nama yang selalu terulang dan terus terulang
Yaitu nama mu
Syair yang terbuang bak bersambung
Adakah semu di lagu mu?
Nyayian sumbang yang kehilangan nada
Seperti laguku meniru kicau mu
Mengantar senandung menyambut mendung
Biar sendiri sepiku masih bernyanyi
Adakah semu di rindu mu?
Seperti disini dalam nafas sesak yang kian menyentak
Disudut kamar diam sperti merindukan ‘mu’
ranjang
Tidurlah di atas ranjang cintamu
Bersandarlah paDa banTal kejujuran m0e
Berselimutlah pada keseyiaan m0e
PejaMkan mata m0e deNgan pEnuh kasieh sayank
Lafadskan dOa tuk tidur malam m0e
Agar tErjaga daLam damai mimpi-mimpi m0e
Dan daLam yank diNgin sunyi
Sepi beratapkan langits dan disinari
Cahaya rEmbuLan tiAda kasieh yang menemani
AlanGkah indahnya
Jika ada biDadari yAnk datang
MenghAmpiri tuk menEmani hati ini
Yank mEriNdukan kasiEh saYank
Bersandarlah paDa banTal kejujuran m0e
Berselimutlah pada keseyiaan m0e
PejaMkan mata m0e deNgan pEnuh kasieh sayank
Lafadskan dOa tuk tidur malam m0e
Agar tErjaga daLam damai mimpi-mimpi m0e
Dan daLam yank diNgin sunyi
Sepi beratapkan langits dan disinari
Cahaya rEmbuLan tiAda kasieh yang menemani
AlanGkah indahnya
Jika ada biDadari yAnk datang
MenghAmpiri tuk menEmani hati ini
Yank mEriNdukan kasiEh saYank
ईईणेम्यीए पोएन्य agoenk
eeeeNemyEeee
Setiap seLangkah mu adalah kebahagiaan kyu
Yang beri sEmaNgat dalam hidup aQkyu
Pancaran mAta m0e
Senyuman maniez m0e
Lembutnya sikap m0e
Itu yaNk buat aQyu yak bisa jauh dari m0e
Tapi sEmua hancur kaRena keEgoisan m0e
Rasa yAnk duLu ada, kini semua telah berubah
Menjadi Rasa sakit Dan haNya sebuah kenangan
Cinta bagai aNgin yank tidak dapat aQu Lihat
Tapi Qita dapat mErasakan
aQku iNgin jaUh tapi gAg bisa
aQyu ingin dEkat dengan m0e tapi aQkyu maLu
rasa apAkah yank ada daLam hati kyu….?
Kadank rAsa ini buat aQu sEdih…….!!!?
KarEna itu ciNta bagi Qu aDalah seSuatu
Yank membingungkan
Setiap seLangkah mu adalah kebahagiaan kyu
Yang beri sEmaNgat dalam hidup aQkyu
Pancaran mAta m0e
Senyuman maniez m0e
Lembutnya sikap m0e
Itu yaNk buat aQyu yak bisa jauh dari m0e
Tapi sEmua hancur kaRena keEgoisan m0e
Rasa yAnk duLu ada, kini semua telah berubah
Menjadi Rasa sakit Dan haNya sebuah kenangan
Cinta bagai aNgin yank tidak dapat aQu Lihat
Tapi Qita dapat mErasakan
aQku iNgin jaUh tapi gAg bisa
aQyu ingin dEkat dengan m0e tapi aQkyu maLu
rasa apAkah yank ada daLam hati kyu….?
Kadank rAsa ini buat aQu sEdih…….!!!?
KarEna itu ciNta bagi Qu aDalah seSuatu
Yank membingungkan
Buat m0e tErsenyum
Ketika maLam menjeLang
Hadirkan sEpi dalam hati
Renungkan hadiRnya diri m0e membelai jiwa Qu
MenghAngat kan dinginnya SeLuruh raga aQkyu
Malam mEnangis saat ku tak bisa
Hadir daLam inDah purnama m0e
Yang mEngawaLi indah pErubahan dewasa m0e
Berjuta haRapan tertuju pada m0e
Dari Orang yank mEnyayangi m0e
Tak bisa ku lupakan rasaku untuk mOe
Hanya tAwa riank m0e yang kuhaRapkan setiAp wakTu
DisAat kau mEnyimpan luka
Ku ingin bUat m0e tersenyum
Ketika maLam menjeLang
Hadirkan sEpi dalam hati
Renungkan hadiRnya diri m0e membelai jiwa Qu
MenghAngat kan dinginnya SeLuruh raga aQkyu
Malam mEnangis saat ku tak bisa
Hadir daLam inDah purnama m0e
Yang mEngawaLi indah pErubahan dewasa m0e
Berjuta haRapan tertuju pada m0e
Dari Orang yank mEnyayangi m0e
Tak bisa ku lupakan rasaku untuk mOe
Hanya tAwa riank m0e yang kuhaRapkan setiAp wakTu
DisAat kau mEnyimpan luka
Ku ingin bUat m0e tersenyum
Minggu, 25 April 2010
Senin, 19 April 2010
Lienataches mimzye
JAKARTA, KOMPAS.com — Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum menggelar rapat pleno untuk membahas tindak lanjut pengaduan mantan Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri Komisaris Jenderal Susno Duadji tentang adanya makelar kasus di Mabes Polri. Sekretaris Satgas Denny Indrayana, akhir pekan lalu, menyatakan, pleno Satgas hari ini akan memutuskan tindak lanjut pengaduan Susno.
Rapat dipimpin Ketua Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum Kuntoro Mangkusubroto, Selasa (23/3/2010) siang di Gedung Unit Kerja Presiden Pengawas Perencana Pembangunan (UKP4). Pleno dihadiri oleh seluruh anggota, kecuali Yunus Husein, yang kini menjabat sebagai Kepala Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK).
Namun, Kuntoro saat awal rapat hanya mengatakan, rapat membahas laporan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sebelum rapat pleno dimulai, Denny yang juga Staf Khusus Presiden mengakui hasil pendalaman terhadap pengaduan Susno akan dibahas selanjutnya.
Rapat dipimpin Ketua Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum Kuntoro Mangkusubroto, Selasa (23/3/2010) siang di Gedung Unit Kerja Presiden Pengawas Perencana Pembangunan (UKP4). Pleno dihadiri oleh seluruh anggota, kecuali Yunus Husein, yang kini menjabat sebagai Kepala Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK).
Namun, Kuntoro saat awal rapat hanya mengatakan, rapat membahas laporan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sebelum rapat pleno dimulai, Denny yang juga Staf Khusus Presiden mengakui hasil pendalaman terhadap pengaduan Susno akan dibahas selanjutnya.
Langganan:
Postingan (Atom)














.jpg)